Abstract:
Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang banyak dialami oleh lansia akibat proses penuaan. Lansia dengan hipertensi berisiko mengalami gangguan perfusi serebral yang ditandai dengan sakit kepala, terutama pada bagian tengkuk, pusing, kepala terasa berat, dan penglihatan kabur. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat diberikan pada pasien hipertensi adalah Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT), yaitu terapi yang menggabungkan pendekatan spiritual melalui doa dan afirmasi dengan teknik ketukan ringan (tapping) pada titik-titik meridian tubuh untuk memberikan efek relaksasi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis asuhan keperawatan pada lansia dengan diagnosis keperawatan risiko perfusi serebral tidak efektif melalui penerapan terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) di UPT Pesanggrahan PMKS Majapahit Mojokerto. Metode pengumpulan data pada studi kasus ini dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi asuhan keperawatan. Hasil analisis asuhan keperawatan menunjukkan bahwa penerapan terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) efektif membantu menurunkan tekanan darah, mengurangi keluhan sakit kepala dan pusing, serta meningkatkan kualitas tidur dan menurunkan tingkat kecemasan pada lansia dengan hipertensi. Setelah dilakukan terapi, pasien menunjukkan penurunan tekanan darah dari 180/100 mmHg menjadi 130/80 mmHg dan mampu mengikuti seluruh tahapan terapi SEFT dengan baik. Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) dapat digunakan sebagai terapi nonfarmakologis pendamping dalam asuhan keperawatan pasien hipertensi untuk meningkatkan relaksasi, mengurangi kecemasan dan keluhan fisik, serta mendukung pengendalian tekanan darah sehingga dapat meningkatkan kenyamanan pasien.