Abstract:
Respon konsumsi merupakan bentuk penerimaan dan kesukaan anak terhadap makanan yang dinilai melalui karakteristik sensorik, meliputi warna, aroma, rasa, tekstur, serta perilaku konsumsi. Respon konsumsi menjadi salah satu indikator penting dalam menilai keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), karena makanan bergizi hanya akan memberikan manfaat apabila dikonsumsi oleh anak. Menurut Food and Agriculture Organization (FAO), penerimaan makanan yang baik pada program makan di sekolah berperan penting dalam meningkatkan asupan zat gizi, mengurangi sisa makanan, dan mendukung keberhasilan intervensi gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran respon konsumsi anak usia sekolah terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di MI Miftahul Huda Pecalukan. Metode Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 245 siswa kelas III–VI dengan sampel sebanyak 152 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala hedonik yang dimodifikasi berdasarkan konsep Lawless dan Heymann (2010). Analisis data dilakukan secara univariat menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki respon konsumsi pada kategori cukup. Indikator warna memperoleh persentase tertinggi, sedangkan indikator aroma, rasa, tekstur, dan perilaku konsumsi masih didominasi kategori cukup, sehingga menunjukkan bahwa penerimaan makanan belum optimal pada seluruh aspek sensorik. Kesimpulan: Respon konsumsi anak usia sekolah terhadap Program Makan Bergizi Gratis di MI Miftahul Huda Pecalukan berada pada kategori cukup. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi terhadap indikator aroma yang masih belum optimal, disertai peninjauan berkala terhadap kualitas gizi, kesesuaian standar menu MBG, variasi menu, serta karakteristik sensorik makanan agar penerimaan dan konsumsi makanan oleh anak dapat meningkat.