Abstract:
Pasien post kraniotomi memerlukan perawatan intensif di Intensive Care Unit (ICU) karena berisiko mengalami komplikasi neurologis yang dapat meningkatkan risiko mortalitas dan memperpanjang lama rawat. Penilaian risiko mortalitas penting dilakukan untuk mendukung pengambilan keputusan klinis dan menentukan prioritas penatalaksanaan pasien selama menjalani perawatan intensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara risiko mortalitas dengan lama rawat pada pasien post kraniotomi di ICU RSI Sakinah Mojokerto. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 43 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Risiko mortalitas diukur menggunakan Full Outline of UnResponsiveness (FOUR) Score, sedangkan data lama rawat diperoleh dari rekam medis. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 46,5% responden memiliki risiko mortalitas kategori sedang dan 55,8% menjalani lama rawat kategori sedang. Hasil penelitian menunjukkan nilai p-value = 0,000 dengan koefisien korelasi r = 0,669, artinya terdapat hubungan yang signifikan antara risiko mortalitas dengan lama rawat pada pasien post kraniotomi. Hubungan tersebut memiliki kekuatan yang kuat dengan arah positif, sehingga semakin tinggi risiko mortalitas, semakin lama pasien menjalani perawatan di ICU. Identifikasi dini pasien dengan risiko mortalitas tinggi sebagai dasar dalam pemberian pemantauan dan intervensi yang tepat untuk mencegah komplikasi, mengoptimalkan proses pemulihan, dan meningkatkan kualitas pelayanan pada pasien post kraniotomi.