Abstract:
Kepatuhan pengobatan ARV sangat penting dalam menjaga kestabilan sistem imun dan mencegah progresivitas penyakit pada ODHIV, namun faktor psikologis seperti self acceptance diduga turut memengaruhi perilaku kepatuhan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self acceptance dengan kepatuhan pengobatan ARV pada ODHIV. Desain penelitian ini menggunakan analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah semua ODHIV di layanan PDP Puskesmas Gedongan Kota Mojokerto pada bulan April 2026 sebanyak 35 orang. Teknik sampling menggunakan consecutive sampling sehingga didapatkan sampel 31 orang. Instrument penelitian menggunakan Berger’s Self Acceptance Scale (BSAS) dan Probabilitic Medication Adherence Scale (ProMAS). Analisis data menggunakan uji Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mempunyai self acceptance rendah yaitu 17 orang (54,8%), dan kepatuhan pengobatan ARV dalam kategori sedang tinggi yaitu 19 orang (61,3%). Hasil Uji Spearman Rho didapatkan ρ value = 0,001 atau kurang dari α = 0,05 yang berarti bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, artinya ada hubungan yang kepatuhan minum obat dengan kepatuhan Pengobatan ARV pada ODHIV dalam perspektif teori self care Orem di Layanan PDP Puskesmas Gedongan Kota Mojokerto. Nilai koefisien korelasi = 0,588, yang artinya kekuatan hubungan antar variabel dalam kategori sedang dan arah hubungan positif yaitu semakin tinggi self acceptance, maka semakin tinggi kepatuhan pengobatan ARV. ODHIV yang memiliki self acceptance tinggi cenderung lebih mampu menjalankan self care secara mandiri, termasuk mematuhi pengobatan ARV secara teratur, sebagaimana dijelaskan dalam Teori Self Care Orem.