Abstract:
Tuberkulosis paru merupakan penyakit infeksi menular kronis yang memerlukan pengobatan jangka panjang sehingga dapat memengaruhi kondisi fisik, psikologis, sosial, dan kualitas hidup pasien. Self-care menjadi salah satu faktor penting yang dapat membantu pasien dalam menjalani pengobatan dan mempertahankan kualitas hidup yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self-care dengan kualitas hidup pada pasien tuberkulosis paru di Wilayah Kerja Puskesmas Grati Pasuruan. Penelitian menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 118 pasien tuberkulosis paru, dengan sampel sebanyak 37 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel independen adalah self-care yang diukur menggunakan kuesioner Self-care Agency Scale (SCAS), sedangkan variabel dependen adalah kualitas hidup yang diukur menggunakan WHOQOLBREF. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki self-care tinggi sebanyak 20 responden (54,1%) dan kualitas hidup baik sebanyak 20 responden (54,1%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (p <0,05) dengan koefisien korelasi r = 0,896 yang menunjukkan hubungan sangat kuat dan bersifat positif antara self-care dengan kualitas hidup. Semakin tinggi self-care yang dimiliki pasien tuberkulosis paru, maka semakin baik kualitas hidup yang dirasakan. Self-care yang baik membantu pasien menjaga kondisi fisik, psikologis, sosial, serta meningkatkan kepatuhan pengobatan selama proses terapi.