Abstract:
Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan
peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi maupun kerja insulin.
Salah satu faktor yang berperan dalam pengendalian kadar gula darah adalah
kepatuhan pasien terhadap diet diabetes. Ketidakpatuhan diet dapat menyebabkan
kadar gula darah tidak terkontrol sehingga meningkatkan risiko komplikasi.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kepatuhan diet dengan kadar
gula darah pada pasien Diabetes Melitus di UPTD Puskesmas Dlanggu Kabupaten
Mojokerto. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik korelasional
dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 434 pasien
Diabetes Melitus, dengan sampel sebanyak 82 responden yang dipilih
menggunakan teknik consecutive sampling. Kepatuhan diet diukur menggunakan
kuesioner Perceived Dietary Adherence Questionnaire (PDAQ), sedangkan kadar
gula darah diperoleh dari pemeriksaan Gula Darah Sewaktu (GDS). Analisis data
menggunakan uji Spearman’s Rho dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Sebagian
besar responden tidak patuh terhadap diet yaitu sebanyak 52 responden (63,4%),
sedangkan sebagian besar responden memiliki kadar gula darah tinggi yaitu
sebanyak 47 responden (57,3%). Hasil uji Spearman’s Rho menunjukkan nilai p =
0,036 (p < 0,05) dengan koefisien korelasi r = -0,233. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa kepatuhan diet berhubungan dengan kadar gula darah pada pasien Diabetes
Melitus, namun kekuatan hubungan yang diperoleh tergolong lemah. Hal ini
mengindikasikan bahwa kadar gula darah tidak hanya dipengaruhi oleh kepatuhan
diet, tetapi juga oleh faktor lain seperti kepatuhan minum obat, aktivitas fisik,
tingkat stres, lama menderita Diabetes Melitus, status gizi, serta dukungan keluarga.
Oleh karena itu, pengendalian kadar gula darah memerlukan pendekatan yang
komprehensif dengan memperhatikan berbagai faktor tersebut.