Abstract:
Penggunaan smartphone yang semakin meningkat pada mahasiswa semester akhir tidak hanya mendukung aktivitas akademik, tetapi juga dapat menimbulkan keterikatan berlebih yang memunculkan nomophobia serta berdampak terhadap kualitas tidur. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kenyamanan psikologis, pola istirahat, dan aktivitas akademik mahasiswa selama proses penyusunan skripsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman mahasiswa semester akhir dalam menghadapi nomophobia serta implikasinya terhadap kualitas tidur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif. Partisipan penelitian berjumlah 10 mahasiswa semester VIII Program Studi S1 Ilmu Keperawatan Universitas Bina Sehat PPNI Mojokerto yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam (in-depth interview) menggunakan pedoman wawancara semi-terstruktur, catatan lapangan, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan metode Colaizzi melalui tahapan transkripsi, pembacaan transkrip, identifikasi pernyataan signifikan, formulasi makna, pengelompokan tema, penyusunan deskripsi menyeluruh, identifikasi struktur esensial fenomena, dan member checking. Hasil penelitian menghasilkan empat tema utama, yaitu (1) kecemasan saat tidak bisa menggunakan smartphone, (2) ketergantungan smartphone dalam beraktivitas, (3) dampak penggunaan smartphone terhadap kualitas tidur, dan (4) cara mahasiswa mengatur penggunaan smartphone. Temuan menunjukkan bahwa smartphone telah menjadi bagian penting dalam kehidupan mahasiswa semester akhir yang memengaruhi aspek emosional, aktivitas sehari-hari, serta pola tidur. Mahasiswa melakukan berbagai upaya pengaturan penggunaan smartphone untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan akademik dan kualitas tidur.