Abstract:
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi mempermudah anak usia sekolah mengakses game online melalui berbagai perangkat digital. Penggunaan game online yang tidak terkontrol berpotensi menurunkan konsentrasi belajar siswa sehingga dapat mengganggu proses pembelajaran di sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kecanduan bermain game online dengan konsentrasi belajar siswa di SDN 204 Gresik. Desain penelitian menggunakan kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di SDN 204 Gresik pada tanggal 20 Mei 2026. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas I–VI SDN 204 Gresik yang pernah bermain game online sebanyak 97 siswa. Sampel penelitian berjumlah 97 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Game Addiction Scale (21 item) dan kuesioner konsentrasi belajar (16 item) yang telah valid dan reliabel, kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif dan tabulasi silang (crosstab). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami kecanduan game online kategori berat sebanyak 39 siswa (40,2%) dan memiliki konsentrasi belajar kategori rendah sebanyak 40 siswa (41,2%), serta hasil tabulasi silang (crosstab) menunjukkan bahwa sebanyak 31 siswa (79,5%) dengan kecanduan game online kategori berat memiliki konsentrasi belajar rendah. Kecanduan bermain game online menyebabkan siswa menghabiskan lebih banyak waktu untuk bermain dibandingkan belajar. Aktivitas bermain yang dilakukan secara berlebihan membuat perhatian siswa lebih terfokus pada game, sehingga kemampuan memusatkan perhatian saat mengikuti pembelajaran berkurang. Sehingga, siswa lebih mudah terdistraksi, sulit memahami materi yang disampaikan guru, dan konsentrasi belajar menjadi rendah.