Abstract:
Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang banyak terjadi pada perempuan.
Salah satu upaya deteksi dini yang dapat dilakukan adalah Pemeriksaan Payudara Sendiri
(SADARI). Namun, pengetahuan remaja putri mengenai SADARI masih rendah sehingga
diperlukan edukasi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan tentang deteksi dini kanker
payudara.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi SADARI terhadap
pengetahuan deteksi dini kanker payudara pada remaja putri di SMK 4 Pancasila Ambulu.
Penelitian menggunakan desain Pre-Experimental dengan pendekatan One Group Pretest-
Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 64 responden yang diambil menggunakan
teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan diana-
lisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test.Hasil penelitian menunjukkan bahwa
sebelum diberikan edukasi, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kate-
gori kurang sebanyak 61 responden (95,3%) dan kategori cukup sebanyak 3 responden
(4,7%). Setelah diberikan edukasi, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan
kategori baik sebanyak 55 responden (85,9%) dan kategori cukup sebanyak 9 responden
(14,1%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value = 0,000 (<0,05), sehingga terdapat
pengaruh edukasi SADARI terhadap pengetahuan deteksi dini kanker payudara pada
remaja putri.Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh edukasi SADARI ber-
pengaruh terhadap peningkatan pengetahuan deteksi dini kanker payudara pada remaja pu-
tri di SMK Kesehatan 4 Pancasila Ambulu. Edukasi SADARI terbukti efektif dalam
meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai deteksi dini kanker payudara. Oleh ka-
rena itu, edukasi kesehatan tentang SADARI perlu dilakukan secara berkelanjutan sebagai
upaya promotive dan preventif dalam meningkatkan kesadaran remaja putri terhadap
kesehatan payudara.