Abstract:
Deteksi dini Risiko preeklamsia merupakan bagian penting dari pelayanan antenatal care karena memungkingkan identifikasi ibu hamil yang berisiko sebelum muncul manifestasi klinis. Skrining Risiko preeklamsia pada usia kehamilan <20 minggu berperan dalam mengidentifikasi faktor risiko sejak awal, sehingga pemantauan dan penatalaksanaan yang tepat dapat dilakukan untuk mencegah berkembangnya komplikasi kehamilan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hasil deteksi dini Risiko preeklamsia pada ibu hamil trimester II awal usia (13-20 minggu) di Puskesmas Pesanggrahan Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 30 ibu hamil trimester II awal usia (13-20 minggu) yang dipilih menggunakan teknik Accidental Sampling. Instrument penelitian menggunakan lembar checklist skrining preeklamsia umur kehamilan <20 minggu pada Buku KIA. Analisis data dilakukan secara univariat menggunakan distribusi frekuensi dan presentase. Sebagian besar resonden termasuk dalam kategori tidak berisiko (56,7%), diikuti kategori risiko sedang (33,3%) dan Risiko tinggi (10,0%). Dominannya kategori tidak berisiko menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil trimester II awal belum memiliki faktor risiko yang mengarah pada preeklamsia. Hal ini menegaskan pentingnya deteksi dini sejak awal kehamilan untuk mengidentifikasi tingkat risiko secara individual, sebagai dasar pemantauan dan tindak lanjut yang sesuai.