Abstract:
Gout arthritis merupakan penyakit inflamasi yang menyebabkan nyeri sendi sehingga memerlukan penatalaksanaan yang efektif selain terapi farmakologis. Kasus gout arthritis di wilayah kerja Puskesmas Dlanggu masih cukup tinggi dan penatalaksanaannya masih didominasi terapi farmakologis. Relaksasi otot progresif merupakan salah satu intervensi non farmakologis yang berpotensi menurunkan nyeri mudah diterapkan, namun efektivitasnya pada pasien gout arthritis di wilayah kerja Puskesmas Dlanggu belum pernah diteliti. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa relaksasi otot progresif efektif menurunkan intensitas nyeri pada pasien gout arthritis, namun penelitian serupa belum pernah dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Dlanggu Mojokerto. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh relaksasi otot progresif terhadap perubahan nyeri sendi pada pasien gout arthritis di wilayah kerja Puskesmas Dlanggu Mojokerto. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi penelitian berjumlah 100 pasien nyeri sendi gout arthritis, dengan sampel berjumlah sebanyak 83 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah pemberian relaksasi otot progresif. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Sebagian besar sebelum intervensi, sebanyak 81 responden (97,6%) mengalami nyeri sedang dan 2 responden (2,4%) mengalami nyeri ringan. Setelah intervensi, 43 responden (51,8%) mengalami nyeri ringan dan 40 responden (48,2%) mengalami nyeri sedang. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -8,147 dengan p = 0,000 (p < 0,05), sehingga terdapat pengaruh relaksasi otot progresif terhadap perubahan nyeri sendi gout arthritis. Sebelum diberikan relaksasi otot progresif, rata-rata skor nyeri responden adalah 5,19 sedangkan setelah intervensi menurun menjadi 3,59. Intervensi relaksasi otot progresif diberikan sesuai Standar Operasional Prosedur selama ±10 – 15 menit, dilakukan 1 kali sehari. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi perawat di puskesmas untuk menerapkan relaksasi otot progresif sebagai intervensi non farmakologis pendamping terapi farmakologis dalam upaya menurunkan nyeri sendi pada pasien gout arthritis.