Abstract:
Gout arthritis merupakan penyakit inflamasi sendi yang sering menimbulkan nyeri sehingga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Terapi relaksasi genggam jari merupakan salah satu metode nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terapi relaksasi genggam jari terhadap penurunan intensitas nyeri pada penderita gout arthritis di wilayah kerja Puskesmas Gayaman Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest design. Populasi penelitian berjumlah 132 penderita gout arthritis, dengan sampel sebanyak 32 responden yang memenuhi kriteria inklusi, dipilih menggunakan teknik non probability sampling dengan metode consecutive sampling selama satu bulan. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah pemberian terapi relaksasi genggam jari. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan terapi, sebagian besar responden mengalami nyeri sedang sebanyak 17 responden (53,1%), sedangkan setelah diberikan terapi sebagian besar mengalami nyeri ringan sebanyak 23 responden (71,9%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05) dengan effect size (r) = 0,829 yang termasuk kategori efek besar, sehingga terdapat pengaruh yang signifikan antara terapi relaksasi genggam jari terhadap penurunan intensitas nyeri pada penderita gout arthritis. Terapi relaksasi genggam jari dapat memberikan efek relaksasi, meningkatkan pelepasan endorfin, dan membantu mengurangi persepsi nyeri. Terapi relaksasi genggam jari dapat dijadikan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis yang efektif untuk menurunkan intensitas nyeri pada penderita gout arthritis