Abstract:
Hipertensi merupakan penyakit kronis yang banyak ditemukan di masyarakat dan berpotensi meningkatkan risiko terjadinya komplikasi kardiovaskular. Salah satu faktor yang diduga berkaitan dengan peningkatan tekanan darah adalah kualitas tidur yang buruk. Kondisi tidur yang terganggu dapat menyebabkan aktivasi sistem saraf simpatis serta peningkatan produksi hormon stres, sehingga berkontribusi terhadap kenaikan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kualitas tidur dengan derajat tekanan darah pada pasien hipertensi di UPTD Puskesmas Sooko. Penelitian ini menerapkan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini terdiri atas seluruh pasien hipertensi yang mengikuti program Prolanis di UPTD Puskesmas Sooko, dengan jumlah sebanyak 64 responden. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 52 responden yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk menilai kualitas tidur responden, serta lembar observasi yang digunakan untuk mengukur tekanan darah. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki kualitas tidur buruk sebanyak 34 responden (65,4%) dan hampir setengah responden mengalami hipertensi derajat 2 sebanyak 25 responden (48,1%). Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,018 (p<0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara kualitas tidur dengan derajat tekanan darah pada pasien hipertensi. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas tidur yang buruk berhubungan dengan peningkatan derajat tekanan darah pada pasien hipertensi. Oleh karena itu, perbaikan kualitas tidur perlu menjadi bagian penting dalam manajemen non-farmakologis hipertensi.