Abstract:
Tuberkulosis (TB) paru merupakan penyakit infeksi kronis yang dapat menyebabkan gangguan hematologis dan metabolik, seperti penurunan kadar hemoglobin (Hb) dan peningkatan kadar gula darah sewaktu (GDS). Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara kadar Hb dan kadar GDS pada pasien TB paru yang menjalani pengobatan di UPTD Puskesmas Pacet. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasi dan desain retrospektif. Sampel berjumlah 70 pasien TB paru yang dipilih dengan teknik total sampling. Data diperoleh dari rekam medis berupa hasil pemeriksaan Hb dan GDS, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kadar Hb fase intensif sebesar 9,644 g/dL dan rata-rata kadar GDS sebesar 195,44 mg/dL. Uji korelasi Pearson menunjukkan hubungan negatif yang kuat dan signifikan antara kadar Hb dan kadar GDS (r = -0,764; p = 0,000). Analisis regresi linear sederhana menunjukkan bahwa kadar Hb berkontribusi sebesar 58,4% terhadap variasi kadar GDS (R² = 0,584). Penurunan kadar Hb cenderung diikuti peningkatan kadar GDS pada pasien TB paru. Kondisi ini diduga berkaitan dengan proses inflamasi kronis akibat infeksi TB yang memicu pelepasan sitokin proinflamasi, menghambat eritropoiesis dan metabolisme besi, serta meningkatkan resistensi insulin dan produksi glukosa oleh hati. Dengan demikian, rendahnya kadar Hb dan tingginya kadar GDS diduga merupakan manifestasi dari mekanisme inflamasi sistemik yang sama selama proses infeksi dan pengobatan TB paru.