Abstract:
Harga diri rendah kronis merupakan salah satu masalah keperawatan jiwa yang ditandai dengan penilaian negatif terhadap diri sendiri, rendahnya kepercayaan diri, dan kecenderungan menarik diri dari lingkungan sosial. Kondisi tersebut dapat menghambat fungsi psikososial sehingga diperlukan intervensi keperawatan yang membantu klien mengenali kemampuan dan potensi yang dimiliki. Tujuan studi kasus ini adalah menerapkan asuhan keperawatan jiwa pada klien dengan diagnosis keperawatan harga diri rendah kronis melalui terapi okupasi merangkai manik-manik. Karya ilmiah ini menggunakan desain studi kasus tunggal pada Tn. Y di Rumah Singgah Al-Hidayah Timur dengan masalah utama harga diri rendah kronis. Asuhan keperawatan diawali dengan bina hubungan saling percaya (BHSP) dan pengkajian selama 3 hari, kemudian dilanjutkan dengan implementasi terapi okupasi merangkai manik-manik selama 4 hari. Data dikumpulkan melalui data primer berupa wawancara serta observasi langsung menggunakan format pengkajian keperawatan dan data sekunder berupa telaah catatan rekam medis klien. Hasil menunjukkan bahwa setelah dilakukan implementasi terapi okupasi sebagai bagian dari asuhan keperawatan, klien mampu mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki, menyelesaikan kegiatan merangkai manik-manik secara mandiri, lebih kooperatif saat berinteraksi, serta menunjukkan peningkatan rasa percaya diri. Kesimpulan menunjukkan bahwa penerapan terapi okupasi merangkai manik-manik sebagai bagian dari asuhan keperawatan memberikan respons positif berupa peningkatan harga diri pada klien dengan harga diri rendah kronis. Hal tersebut ditunjukkan dengan klien mampu menyelesaikan kegiatan merangkai manik-manik secara mandiri, mempertahankan kontak mata yang adekuat, tidak lagi menundukkan kepala saat berbicara, tampak tersenyum saat berinteraksi, serta mulai berani berinteraksi dengan orang lain. Intervensi ini disarankan untuk diterapkan secara berkelanjutan dengan dukungan caregiver untuk mempertahankan peningkatan harga diri dan fungsi psikososial klien.