Abstract:
Kejang demam merupakan kondisi darurat pada balita yang sering memicu kecemasan mendalam pada orang tua. Pemahaman yang rendah berpotensi memicu tindakan pertolongan pertama yang salah dan membahayakan anak. Edukasi melalui peragaan langsung atau metode demonstrasi diperlukan untuk memperbaiki respons dan sikap ibu. Tujuannya untuk Menganalisis pengaruh pemberian edukasi berbasis demonstrasi terhadap sikap ibu dalam penanganan awal kejang demam pada balita di Posyandu Kamboja dan Teratai, Kecamatan Beji. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain pre-experimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki balita di Posyandu Kamboja dan Teratai. Teknik purposive sampling digunakan untuk memperoleh sampel sebanyak 127 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner sikap lalu dianalisis menggunakan uji statistik Wilcoxon. Sebelum intervensi edukasi, hampir setengah responden memiliki sikap dalam kategori cukup (49,6%). Setelah diberikan edukasi berbasis demonstrasi, terjadi peningkatan signifikan di mana mayoritas responden memiliki sikap berkategori baik (52,8%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value = 0,000 (𝑝 < 0,05). Terdapat pengaruh yang signifikan dari pemberian edukasi berbasis demonstrasi terhadap peningkatan sikap ibu dalam penanganan awal kejang demam pada balita di Posyandu Kamboja dan Teratai. Karena edukasi berbasis demonstrasi memberikan pengalaman belajar konkret secara visual dan motorik melalui peragaan langsung yang sesuai dengan standar operasional prosedur medis, metode ini efektif memutus kepanikan, mengeliminasi mitos maladaptif, serta meningkatkan kesiapsiagaan dan efikasi diri ibu dalam melakukan pertolongan pertama secara aman di rumah.