Abstract:
Sumbatan jalan napas merupakan kondisi yang ditandai dengan terhalangnya saluran napas secara parsial atau total sehingga mengganggu ventilasi dan menyebabkan sesak napas (dyspnea). Namun kenyataan yang ada saat ini adalah sumbatan jalan napas masih sering ditemukan pada kondisi kegawatdaruratan. Oleh karena itu, simulasi basic airway management diperlukan untuk melatih keterampilan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh simulasi basic airway management terhadap ability to apply pada anggota PMR di SMAN 1 Bangsal. Penelitian ini menggunakan design pre eksperimental dengan pendekatan one-group prettest-posttest design, populasi pada penelitian ini sebanyak 50 anggota PMR di SMAN 1 Bangsal, sampling yang digunakan pada penelitian ini menggunakan total sampling sehingga didapatkan sampel sebanyak 45 sampel. Variabel pada penelitian ini adalah basic airway management dan ability to apply. Pengumpulan data diambil dengan menggunakan SOP dan lembar observasi ability to apply basic airway management. Hasil penelitian menunjukkan 43 responden (95,56%) mengalami kenaikan ability to apply heimlich menuever. Uji normalitas menggunakan uji Shapiro-Wilk serta analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon dengan (komperise) didapatkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,000 artinya lebih kecil dari nilai alpha (0,05) sehingga H0 ditolak artinya terdapat pengaruh yang signifikan simulasi basic airway management terhadap ability to apply pada anggota PMR di SMAN 1 Bangsal. Latihan ini memperkuat kondisi Gerakan, keterampilan psikomotor, dan pengambilan Keputusan saat keadaan darurat khususnya pada kasus tersedak sesuai prosedur yang benar