Abstract:
Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga menimbulkan masalah psikologis berupa stres akibat lamanya pengobatan, efek samping obat, stigma sosial, serta perubahan peran dalam keluarga dan pekerjaan. Dukungan keluarga berperan penting dalam membantu pasien menghadapi tekanan psikologis selama menjalani pengobatan. Desain penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan pendekatan analitik korelasional dan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 50 pasien TB paru yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden memiliki dukungan keluarga kategori baik (46,0%) dan tingkat stres kategori sedang (38,0%). Responden dengan dukungan keluarga baik mayoritas mengalami stres ringan (56,5%), sedangkan responden dengan dukungan keluarga kurang mayoritas mengalami stres berat (64,7%). Hasil spearman rank menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan tingkat stres pada pasien TB paru (p-value = 0,000; p < 0,05). Dukungan keluarga berhubungan secara signifikan dengan tingkat stres pada pasien TB paru. Semakin baik dukungan keluarga yang diterima pasien, semakin rendah tingkat stres yang dialami. Oleh karena itu, keterlibatan keluarga perlu ditingkatkan melalui edukasi dan pendampingan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan psikologis serta keberhasilan pengobatan pasien TB paru.