Abstract:
Status concealment pada penderita HIV/AIDS merupakan masalah psikososial karena dapat menghambat keterbukaan, dukungan sosial, dan keberlanjutan pengobatan. Konsep diri menjadi aspek penting untuk dikaji karena berkaitan dengan cara ODHA menilai dirinya dalam menghadapi status HIV. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan konsep diri dengan status concealment pada penderita HIV/AIDS di UPTD Puskesmas Lespadangan Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 28 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner konsep diri dan Self-Concealment Scale (SCS). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki konsep diri rendah sebanyak 18 responden (64%) dan sebagian besar responden memiliki status concealment tinggi sebanyak 21 responden (75%). Hasil analisis menggunakan uji Spearman’s rho menunjukkan nilai p-value sebesar 0,001 (p < 0,05) dengan koefisien korelasi ρ = -0,643. Hasil tersebut menunjukkan terdapat hubungan negatif yang kuat antara konsep diri dengan status concealment pada penderita HIV/AIDS, yaitu semakin rendah konsep diri ODHA, maka semakin tinggi kecenderungan melakukan status concealment. Penguatan konsep diri melalui konseling, edukasi suportif, pendampingan psikososial, dan dukungan sosial perlu dilakukan untuk membantu ODHA membangun penerimaan diri serta mengurangi kecenderungan melakukan status concealment HIV