Abstract:
Masih ditemukannya praktik pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang tidak sesuai pada balita usia 6–24 bulan berpotensi meningkatkan risiko masalah gizi. Pengetahuan ibu tentang MPASI berperan dalam praktik pemberian makan pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan ibu tentang MPASI dengan praktik pemberian makan pada balita usia 6–24 bulan di Desa Cepokolimo Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 124 ibu yang memiliki balita usia 6–24 bulan, dengan sampel sebanyak 59 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan MPASI dan kuesioner praktik pemberian makan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki pengetahuan baik tentang MPASI sebanyak 45 responden (76,3%). Praktik pemberian makan sebagian besar berada pada kategori baik sebanyak 36 responden (61%). Hasil analisis Fisher’s Exact Test menunjukkan nilai p = 0,064 (p > 0,05), sehingga H0 diterima, yang artinya tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang MPASI dengan praktik pemberian makan pada balita usia 6–24 bulan. Disimpulkan bahwa pengetahuan ibu tentang MPASI tidak berhubungan secara signifikan dengan praktik pemberian makan pada balita usia 6–24 bulan di Desa Cepokolimo Kabupaten Mojokerto. Praktik pemberian makan kemungkinan dipengaruhi oleh faktor lain seperti pendidikan, pekerjaan, kondisi sosial ekonomi, pengalaman, akses informasi, dan dukungan keluarga.