Abstract:
Asma bronkial merupakan penyakit inflamasi kronis pada saluran napas yang menyebabkan penyempitan bronkus sehingga meningkatkan respiratory rate (RR). Peningkatan RR menunjukkan adanya gangguan ventilasi yang memerlukan penanganan nonfarmakologis. Salah satu intervensi yang dapat diberikan adalah teknik Pursed Lips Breathing (PLB), yang membantu memperpanjang fase ekspirasi, mengurangi air trapping, dan meningkatkan ventilasi paru sehingga frekuensi pernapasan menjadi lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh teknik Pursed Lips Breathing terhadap respiratory rate pada pasien asma bronkial di RSI Sakinah Mojokerto. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 35 pasien asma bronkial yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling selama satu bulan. Pengukuran respiratory rate dilakukan sebelum dan sesudah intervensi Pursed Lips Breathing menggunakan lembar observasi dan stopwatch. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Uji normalitas menggunakan Shapiro–Wilk, kemudian dilanjutkan dengan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata usia responden 38,57 ± 12,291 tahun dengan rentang usia 19–59 tahun. Rata-rata respiratory rate sebelum intervensi adalah 27,31 kali/menit, sedangkan sesudah intervensi menurun menjadi 23,23 kali/menit. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05). Disimpulkan bahwa teknik Pursed Lips Breathing berpengaruh dalam menurunkan respiratory rate pada pasien asma bronkial melalui perbaikan ventilasi, pengurangan air trapping, dan penurunan kerja otot pernapasan. Teknik ini dapat dijadikan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis pada pasien asma bronkhial.