Abstract:
Merokok merupakan perilaku mengonsumsi produk tembakau dengan cara dibakar dan dihisap yang dapat memberikan dampak buruk terhadap kesehatan individu maupun lingkungan. Perilaku merokok di kalangan remaja meningkatkan risiko berbagai penyakit. Salah satu upaya pencegahan adalah pendidikan kesehatan menggunakan media video. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan berbasis video tentang bahaya merokok terhadap perilaku merokok siswa di SMAN 1 Mojosari. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan pretest-posttest satu kelompok dan dilakukan dari tanggal 17 Mei hingga 22 Juli 2026. Sebanyak 146 responden dipilih menggunakan cluster random sampling. Data dikumpulkan menggunakan Glover Nilsson Smoking Behavioral Questionnaire (GN-SBQ), yang telah terbukti valid dan menunjukkan reliabilitas tinggi (Cronbach’s Alpha = 0,82). Data dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test (α = 0,05). Sebelum intervensi, 48 siswa (32,9%) diklasifikasikan memiliki perilaku merokok tinggi, yang menurun menjadi 5 siswa (3,4%) setelah intervensi. Uji Wilcoxon menunjukkan Z = −8,011 dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang mengindikasikan pengaruh signifikan pendidikan kesehatan berbasis video terhadap perilaku merokok siswa. Pengaruh ini disebabkan karena kemampuan media video untuk menyampaikan informasi audiovisual yang lebih menarik, lebih mudah dipahami, meningkatkan perhatian dan daya ingat, serta meningkatkan kesadaran siswa tentang dampak buruk merokok, sehingga mendorong perubahan perilaku yang lebih sehat.