Abstract:
Siswa yang memiliki interaksi sosial yang menurun dan menjadi kurang mampu dalam membangun hubungan sosial, kini dipengaruhi oleh perilaku penggunaan smartphone yang berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku phubbing dengan interaksi sosial. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Variabel independent pada penelitian ini adalah perilaku phubbing dan variabel dependent adalah interaksi sosial. Penelitian ini memiliki populasi sebanyak 1006 dengan pengambilan sampel menggunakan kuota sampling dengan jumlah 286 responden. instrumen yang digunakan adalah generic scale of phubbing (GSP) dan Social Interaction Scale (SIS). Analisis data dilakukan menggunakan uji spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian kecil (3,8%) responden berperilaku phubbing tinggi, (29,1%) phubbing rendah, (67,1%) phubbing sedang. sebagian kecil responden (2,1%) berinteraksi sosial rendah, (33,9%) berinteraksi sosial sedang, (64,0%) berinteraksi sosial tinggi. Hasil uji Spearman Rho menunjukan nilai p = 0,000 (p < 0,001) dengan nilai r = -0,487. Ada hubungan yang cukup antara perilaku phubbing dengan interaksi sosial.
Sejalan dengan penelitian (Ade Irma & Risna Yekti, 2025) yang juga menjelaskan perilaku phubbing rendah mengakibatkan sebagian besar(71,4%) responden dengan interaksi sosial tinggi, perilaku phubbing sedang mengakibatkan hampir seluruhnya (84,8%) responden dengan interaksi sosial sedang, serta perilaku phubbing tinggi mengakibatkan sebagian besar(63,8%) responden masuk interaksi sosial rendah dengan correlation coefficient r=-0,679.