Abstract:
Gangguan komunikasi verbal merupakan salah satu masalah keperawatan yang dapat dialami lansia sehingga menghambat kemampuan dalam menyampaikan kebutuhan, keinginan, maupun perasaannya. Kondisi tersebut dapat memengaruhi interaksi dengan orang lain dan pelaksanaan asuhan keperawatan. Bahasa Isyarat sederhana merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan sebagai media komunikasi alternatif untuk membantu meningkatkan kemampuan komunikasi lansia. Karya Tulis Ilmiah ini bertujuan menganalisis pelaksanaan asuhan keperawatan pada lansia dengan gangguan komunikasi verbal melalui pemberian bahasa isyarat sederhana di UPT Pesanggrahan PMKS Majapahit Mojokerto. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Intervensi diberikan selama empat kali pertemuan melalui Bahasa Isyarat sederhana yang disesuaikan dengan kebutuhan komunikasi sehari-hari pasien. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan kemampuan komunikasi pasien, ditandai dengan kemampuan menggunakan bahasa isyarat sederhana untuk menyampaikan kebutuhan dasar, meningkatnya interaksi dengan perawat dan petugas panti, serta meningkatnya kepercayaan diri dalam berkomunikasi. Berdasarkan hasil analisis tersebut, Bahasa Isyarat sederhana dapat menjadi salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis yang membantu meningkatkan kemampuan komunikasi pada lansia dengan gangguan komunikasi verbal.