Abstract:
Berduka merupakan respons emosional akibat kehilangan yang dapat memengaruhi kondisi psikologis lansia. Kehilangan peran sebagai kepala keluarga dan pencari nafkah menjadi salah satu faktor yang dapat menyebabkan lansia mengalami kesedihan berkepanjangan, menarik diri, dan gangguan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis asuhan keperawatan pada lansia dengan berduka melalui penerapan Art Therapy di UPT PMKS Pesanggrahan Majapahit Mojokerto. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah seorang lansia laki-laki berusia 70 tahun yang mengalami berduka akibat kehilangan peran dalam keluarga. Intervensi yang diberikan berupa Dukungan Proses Berduka (SIKI I.09274) yang dipadukan dengan terapi komplementer Art Therapy selama empat kali pertemuan. Hasil pengkajian menunjukkan klien mengalami kesedihan, sering menangis, gangguan tidur, menarik diri, merasa tidak berguna, dan memperoleh skor Geriatric Depression Scale (GDS-15) sebesar 13 yang mengindikasikan depresi. Setelah dilakukan intervensi, skor GDS-15 menurun menjadi 9 disertai peningkatan kemampuan mengungkapkan perasaan, berkurangnya perilaku menyendiri, dan meningkatnya interaksi sosial. Hasil tersebut menunjukkan bahwa Art Therapy dapat membantu lansia mengekspresikan emosi dan mendukung proses berduka yang lebih adaptif.