Abstract:
Kemampuan ibu dalam memberikan pertolongan pertama pada anak yang mengalami kejang demam masih rendah, sehingga berisiko menimbulkan kesalahan penanganan dan komplikasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas edukasi audio visual terhadap kemampuan pertolongan pertama kegawatan kejang demam anak pada ibu dengan balita usia 6 bulan–5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Jatirejo. Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa lembar observasi checklist yang digunakan untuk menilai kemampuan ibu sebelum dan sesudah pemberian edukasi audio visual. Analisis data menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebelum intervensi, hampir seluruh responden berada pada kategori tidak mampu (90%), sedangkan setelah intervensi sebagian besar responden berada pada kategori mampu (70%). Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai p = 0,000 hal ini menandakan bahwa (p < 0,05), yang artinya terdapat pengaruh yang signifikan bahwa edukasi audio visual efektif meningkatkan kemampuan ibu dalam memberikan pertolongan pertama pada anak dengan kejang demam. Media audio visual memudahkan ibu memahami, mengingat, dan mempraktikkan langkah-langkah pertolongan pertama melalui kombinasi gambar, suara, dan demonstrasi. Dengan demikian, edukasi audio visual dapat dijadikan alternatif media edukasi untuk meningkatkan kemampuan ibu dalam penanganan awal kejang demam pada anak.