Abstract:
Kusta tipe MB berisiko tinggi menyebabkan neuropati perifer dan kecacatan permanen akibat hilangnya sensasi protektif. Foot Care Mandiri merupakan strategi pencegahan utama, namun implementasinya di komunitas endemis seperti Sumberglagah belum pernah dievaluasi secara sistematis. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pelaksanaan latihan Foot Care Mandiri pada penderita kusta di Dusun Sumberglagah, Mojokerto. Penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penderita kusta berjumlah 105 dan Sampel 40 responden dipilih dengan Purposive sampling sesuai kriteria inklusi. Instumen dikumpulkan melalui checklist observasi Foot Care 25 item. Analisis dilakukan secara deskriptif. Mayoritas responden berusia lebih dari 50 tahun (77,5%), tingkat pendidikan formal yang rendah (35,0%), menderita kusta tipe MB (95,0%), dan mengalami kecacatan Grade 2 (80,0%). Pelaksanaan Foot Care Mandiri didominasi kategori Cukup (55,0%, n=40), dengan rata-rata skor 16,48 dari 25 item. Rendahnya pelaksanaan Foot Care Mandiri dipengaruhi tingkat pendidikan yang terbatas, dominasi tipe MB dengan risiko neuropati tinggi, serta kurangnya pendampingan tenaga kesehatan yang sistematis. Komponen paling sering tidak dilakukan meliputi inspeksi harian, pelembapan rutin, dan penggunaan alas kaki secara konsisten. Pelaksanaan Foot Care Mandiri pada penderita kusta di Dusun Sumberglagah masih dominan dalam kategori Cukup dan membutuhkan intervensi edukasi berbasis demonstrasi langsung yang berkelanjutan.