Abstract:
Harga diri rendah kronis merupakan kondisi ketika individu memiliki penilaian negatif terhadap dirinya yang berlangsung dalam waktu lama. Pada lansia yang tinggal di panti sosial, kondisi ini sering dipengaruhi oleh kehilangan peran, kurangnya dukungan keluarga, serta perasaan ditinggalkan. Salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis yang dapat diberikan adalah terapi afirmasi positif untuk membantu mengubah pola pikir negatif menjadi lebih adaptif. Menganalisis penerapan terapi afirmasi positif dalam meningkatkan harga diri pada klien dengan diagnosis Harga Diri Rendah Kronis.Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah satu orang klien, yaitu Ny. S, yang mengalami Harga Diri Rendah Kronis di panti sosial. Intervensi yang diberikan berupa terapi afirmasi positif selama empat hari, yaitu tanggal 07–11 Maret 2026.Setelah diberikan terapi afirmasi positif, klien menunjukkan peningkatan harga diri yang ditandai dengan mampu mengenali kemampuan dan aspek positif yang dimiliki, mampu mengucapkan afirmasi positif secara mandiri, meningkatnya rasa percaya diri, berkurangnya perasaan tidak berharga, meningkatnya kontak mata, serta lebih aktif berinteraksi dengan penghuni panti dan perawat. Klien juga menunjukkan penerimaan diri yang lebih baik terhadap kondisi yang dialaminya.Terapi afirmasi positif efektif membantu meningkatkan harga diri pada klien dengan diagnosis Harga Diri Rendah Kronis. Intervensi ini dapat menjadi salah satu terapi keperawatan nonfarmakologis yang mudah diterapkan untuk membantu meningkatkan penerimaan diri, kepercayaan diri, dan interaksi sosial pada lansia yang mengalami harga diri rendah kronis.
Kata Kunci: afirmasi positif, harga diri rendah kronis, lansia, asuhan keperawatan.