Abstract:
Perkembangan media sosial, khususnya TikTok, telah meningkatkan intensitas interaksi digital pada remaja. Penggunaan media sosial yang tinggi dapat memunculkan Fear of Missing Out, yaitu perasaan khawatir tertinggal informasi atau pengalaman yang dialami orang lain. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan tingkat stres pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Fear of Missing Out dengan tingkat stres pada remaja pengguna TikTok di Dusun Menunggal Desa Menunggal Kecamatan Kedamean. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 371 remaja, dengan sampel sebanyak 60 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner ON-FOMO untuk mengukur tingkat Fear of Missing Out dan Perceived Stress Scale (PSS-10) untuk mengukur tingkat stres. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami Fear of Missing Out kategori tinggi sebanyak 39 responden (65,0%), sedangkan tingkat stres sebagian besar berada pada kategori sedang sebanyak 41 responden (68,3%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05) dengan koefisien korelasi (r) = 0,498, yang menunjukkan terdapat hubungan positif dengan kekuatan korelasi sedang antara Fear of Missing Out dan tingkat stres. Semakin tinggi tingkat Fear of Missing Out yang dialami remaja, semakin tinggi pula tingkat stres yang dirasakan. Remaja diharapkan mampu mengelola penggunaan media sosial secara lebih bijaksana untuk menurunkan risiko Fear of Missing Out dan mengurangi tingkat stres.