Abstract:
Stroke non hemoragik merupakan penyebab utama kecacatan yang sering disertai
komplikasi konstipasi akibat imobilisasi, gangguan neurologis, perubahan pola makan, dan
penggunaan obat. Konstipasi dapat menghambat rehabilitasi serta menurunkan
kenyamanan pasien. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diterapkan adalah
massage abdomen untuk merangsang motilitas usus dan memperlancar eliminasi fekal.
Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan
pada satu pasien stroke non hemoragik yang mengalami konstipasi di HCU Mawar Merah
Putih RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo. Pengumpulan data dilakukan melalui pengkajian,
observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi medis, serta evaluasi menggunakan
Constipation Assessment Scale (CAS). Intervensi massage abdomen diberikan selama 3 ×
24 jam berdasarkan praktik berbasis bukti. Setelah intervensi, pasien belum dapat buang
air besar secara spontan, namun menunjukkan perbaikan berupa penurunan skor CAS dari
10 menjadi 7, peningkatan bising usus dari 3 kali/menit menjadi 7 kali/menit, berkurangnya
rasa kembung, serta meningkatnya kenyamanan abdomen. Massage abdomen memberikan
stimulasi mekanis pada kolon sehingga meningkatkan aktivitas peristaltik usus,
memperlancar pergerakan feses, dan mengurangi gejala konstipasi meskipun luaran
eliminasi fekal belum tercapai secara optimal. Intervensi massage abdomen bermanfaat
sebagai terapi komplementer dalam asuhan keperawatan pasien stroke non hemoragik
dengan konstipasi. Penerapan secara konsisten, disertai pengaturan nutrisi, hidrasi,
mobilisasi, dan kolaborasi multidisiplin, berpotensi meningkatkan keberhasilan
penatalaksanaan konstipasi pada pasien stroke.