Abstract:
Halusinasi pendengaran merupakan gangguan persepsi sensori pada pasien skizofrenia yang ditandai dengan persepsi terhadap stimulus auditori tanpa adanya rangsangan nyata, sehingga apabila tidak segera dikendalikan dapat menimbulkan risiko pasien mencederai diri sendiri, orang lain, maupun lingkungan, sehingga diperlukan intervensi seperti terapi psikoreligius dzikir untuk membantu pasien mengontrol halusinasi. Studi kasus ini bertujuan menganalisis asuhan keperawatan pada pasien dengan masalah gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran melalui intervensi terapi psikoreligius dzikir. karya ilmiah ini menggunakan desain studi kasus Tunggal pada Ny.E di rumah singgah dengan masalah utama halusinasi pendengaran. Data dikumpulkan dengan metode primer yaitu wawancara dan observasi langsung menggunakan format pengkajian keperawatan jiwa dan metode sekunder, dengan observasi melalui catatan medis pasien. Intervensi dilakukan diawali dengan tahap orientasi dan dilanjutkan dengan tahap kerja selama 7 hari mulai tanggal 6-12 juli 2026, selama pelaksanaan akan dilakukan evaluasi sebelum dan sesudah pemberian intervensi menggunakan kriteria AHRS yang selanjutnya akan dianalisis secara deskriptif. kesimpulan hasil evaluasi selama lima hari penerapan, terapi psikoreligius dzikir pada Ny. E dapat dinyatakan berhasil secara klinis, ditandai peningkatan kemampuan pasien dari yang semula harus diingatkan berdzikir menjadi mampu beristighfar mandiri segera setelah bisikan muncul, disertai penurunan intensitas kesedihan dan peningkatan ketenangan pada hari terakhir asuhan. Perkembangan ini didukung data kuantitatif skala AHRS yang menurun dari skor pretest 24 (kategori berat) menjadi skor posttest 18 (kategori sedang).