Abstract:
Pasien yang menggunakan ventilator mekanik di Intensive Care Unit (ICU) berisiko mengalami agitasi dan delirium. Agitasi yang tidak ditangani dengan baik dapat meningkatkan risiko terjadinya delirium dan berdampak pada perburukan kondisi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat agitasi dengan kejadian delirium pada pasien dengan ventilator mekanik di Intensive Care Unit (ICU) RSUD Bangil. Desain penelitian ini menggunakan analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien yang menggunakan ventilator mekanik di ICU RSUD Bangil. Sampel penelitian berjumlah 33 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel tingkat agitasi diukur menggunakan Richmond Agitation Sedation Scale (RASS), sedangkan kejadian delirium diukur menggunakan Confusion Assessment Method for the Intensive Care Unit (CAM-ICU). Analisa data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami agitasi sebanyak 70% responden dan mengalami delirium sebanyak 70% responden. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,001 (<0,05). Disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat agitasi dengan kejadian delirium pada pasien dengan ventilator mekanik di ICU RSUD Bangil. Semakin tinggi tingkat agitasi yang dialami pasien, maka semakin besar risiko terjadinya delirium.