Abstract:
Skizofrenia merupakan gangguan jiwa kronis yang dapat menyebabkan risiko perilaku kekerasan akibat gangguan pengendalian emosi dan respons terhadap stresor. Risiko perilaku kekerasan dapat membahayakan diri sendiri, orang lain, maupun lingkungan sehingga memerlukan intervensi yang tepat. Selain terapi farmakologis, terapi psikoreligius dzikir dapat digunakan sebagai terapi pendukung untuk membantu meningkatkan ketenangan, kontrol emosi, dan kemampuan koping pasien. Tujuan peneltian ini untuk: menganalisis asuhan keperawatan jiwa pada pasien skizofrenia dengan masalah risiko perilaku kekerasan melalui penerapan terapi psikoreligius dzikir di Rumah Singgah Al Hidayah Mojokerto. Metode penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah satu pasien skizofrenia dengan diagnosis keperawatan risiko perilaku kekerasan. Terapi psikoreligius dzikir diterapkan selama lima hari dan dievaluasi berdasarkan perubahan kondisi pasien. Hasil penelitian didapatkan setelah dilakukan intervensi, pasien menunjukkan peningkatan kemampuan mengendalikan emosi, mampu melakukan dzikir secara mandiri ketika muncul kemarahan, tampak lebih tenang, kooperatif, serta tidak menunjukkan perilaku agresif selama proses asuhan keperawatan. Kesimpulan: Terapi psikoreligius dzikir berpotensi membantu meningkatkan kemampuan pasien skizofrenia dalam mengontrol emosi dan menurunkan risiko perilaku kekerasan sehingga dapat dijadikan sebagai terapi pendukung dalam asuhan keperawatan jiwa.