Abstract:
Skizofrenia merupakan gangguan jiwa kronis yang menyebabkan gangguan pada aspek kognitif, persepsi, emosi, dan perilaku sehingga berdampak pada penurunan fungsi sosial serta kualitas hidup penderitanya. Kualitas hidup mencakup persepsi individu terhadap kondisi fisik, psikologis, hubungan sosial, dan lingkungan. Kepatuhan minum obat berperan penting dalam mengendalikan gejala dan mencegah kekambuhan, namun tingkat kepatuhan pasien masih menjadi permasalahan yang dapat memengaruhi kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kepatuhan minum obat dengan kualitas hidup pasien skizofrenia di wilayah kerja Puskesmas Kupang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 63 responden dari 110 populasi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dengan kriteria pasien skizofrenia yang berada dalam kondisi stabil, mampu berkomunikasi, kooperatif, tidak sedang mengalami kekambuhan, dan bersedia menjadi responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Medication Adherence Report Scale-5 (MARS-5) dan World Health Organization Quality of Life-BREF (WHOQOL-BREF), kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 51 responden (81,0%) memiliki kepatuhan minum obat yang patuh dan 34 responden (54,0%) memiliki kualitas hidup yang baik. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai p = 0,000 dan koefisien korelasi r = 0,716, yang menunjukkan hubungan kuat dan positif antara kepatuhan minum obat dengan kualitas hidup pasien skizofrenia. Semakin tinggi tingkat kepatuhan minum obat, semakin baik kualitas hidup pasien. Kepatuhan minum obat menjadi salah satu faktor penting yang berhubungan dengan peningkatan kualitas hidup pasien skizofrenia.