Abstract:
Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang banyak dialami oleh lanjut usia dan berisiko menimbulkan berbagai komplikasi apabila tidak terkontrol. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi peningkatan tekanan darah adalah kecemasan melalui aktivasi sistem saraf simpatis yang menyebabkan vasokonstriksi dan peningkatan kerja jantung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat kecemasan dengan tekanan darah pada lanjut usia hipertensi yang mengikuti Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di Puskesmas Turi Lamongan. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 60 lanjut usia hipertensi yang mengikuti Prolanis, dengan sampel sebanyak 51 responden yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7) untuk mengukur tingkat kecemasan dan pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter. Analisis data menggunakan uji Spearman Rho dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami kecemasan ringan, yaitu sebanyak 33 responden (64,7%), sedangkan hampir seluruh responden memiliki tekanan darah tinggi, yaitu sebanyak 48 responden (94,1%). Hasil uji Spearman Rho menunjukkan nilai ρ = 0,000 (p < 0,05) dengan koefisien korelasi r = 0,472, yang menunjukkan terdapat hubungan positif dengan kekuatan sedang antara tingkat kecemasan dan tekanan darah. Semakin tinggi tingkat kecemasan, semakin tinggi tekanan darah pada lanjut usia hipertensi. Kecemasan mengaktivasi sistem saraf simpatis yang meningkatkan pelepasan hormon stres, denyut jantung, dan vasokonstriksi pembuluh darah sehingga menyebabkan peningkatan tekanan darah.