Abstract:
Fluor albus patologis merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi
yang sering dialami wanita usia subur. Pengetahuan dan perilaku kebersihan
genitalia dapat mempengaruhi terjadinya fluor albus patologis. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui determinan faktor yang memengaruhi kejadian fluor
albus patologis. Penelitian menggunakan desain deskriptif analitik. Populasi
penelitian adalah semua mahasiswi S1 Kebidanan di Universitas Bina Sehat PPNI
Mojokerto semester II, IV, VI, dan VIII pada bulan Juni 2026 sebanyak 82 orang.
Teknik sampling menggunakan purposive sampling sehingga didapatkan 42 orang
yang memenuhi kriteria penelitian. Pengumpulan data dilakukan menggunakan
kuesioner. Data dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi
frekuensi serta persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar
responden mempunyai pengetahuan baik tentang fluor albus, yaitu 26 orang
(61,9%), kurang yaitu 9 orang (21,4%), dan cukup yaitu 7 orang (16,7%), sebagian
besar responden mempunyai perilaku kebersihan genital baik, yaitu 26 orang
(61,9%), cukup yaitu 14 orang (33,3%), dan kurang yaitu 2 orang (4,8%). Sebagian
besar mahasiswi S1 Kebidanan Universitas Bina Sehat PPNI Mojokerto yang
mengalami fluor albus patologis memiliki pengetahuan baik tentang fluor albus dan
sebagian besar memiliki perilaku kebersihan genitalia baik. Pengetahuan dan
perilaku yang baik tidak selalu menyebabkan wanita terbebas dari fluor albus
patologis apabila masih terdapat faktor lain, seperti perubahan hormonal, infeksi
mikroorganisme, kelembapan area genital, maupun daya tahan tubuh yang rendah.