Abstract:
Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) merupakan penyakit paru kronis yang ditandai obstruksi aliran udara persisten sehingga menyebabkan dispnea, peningkatan usaha napas, dan gangguan pola napas tidak efektif. Meskipun Balloon Blowing Exercise berpotensi memperbaiki ventilasi, penerapannya sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis di rumah sakit masih terbatas. Penulisan ini bertujuan menganalisis penerapan asuhan keperawatan dengan intervensi Balloon Blowing Exercise pada pasien COPD dengan gangguan pola napas tidak efektif. Penulisan ini menggunakan metode studi kasus pada Tn. M usia 72 tahun dengan diagnosis medis COPD eksaserbasi akut di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo. Asuhan keperawatan dilakukan melalui tahap pengkajian, diagnosis, intervensi, re-assessment, implementasi, dan evaluasi. Balloon Blowing Exercise diberikan satu kali sehari selama tiga hari dengan durasi lima menit. Setelah intervensi, kondisi respirasi pasien membaik ditandai penurunan frekuensi napas dari 26 menjadi 21 kali/menit, peningkatan saturasi oksigen dari 98% menjadi 99%, berkurangnya wheezing dan penggunaan otot bantu napas, penurunan derajat dispnea dari MRC grade 3 menjadi grade 1, serta pasien mampu melakukan Balloon Blowing Exercise secara mandiri. Masalah keperawatan dinyatakan teratasi sebagian menuju teratasi. Balloon Blowing Exercise yang diberikan berdasarkan hasil re-assessment mendukung perbaikan ventilasi, menurunkan kerja napas, dan meningkatkan kemampuan fungsional pasien. Intervensi ini berpotensi menjadi alternatif tindakan keperawatan nonfarmakologis berbasis bukti pada pasien COPD dengan gangguan pola napas tidak efektif.