Abstract:
ABSTRAK
OLEH: TASYA APRILIA WIDYANINGRUM
Frailty syndrome merupakan sindrom geriatri yang ditandai dengan penurunan cadangan fisiologis sehingga meningkatkan kerentanan lansia terhadap berbagai stressor. Kondisi ini sering terjadi pada lansia dengan hipertensi dan dapat menurunkan kualitas hidup, yaitu persepsi individu terhadap kondisi kehidupannya yang meliputi aspek fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan frailty syndrome dengan kualitas hidup pada pasien hipertensi lansia di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Gayaman Mojokerto.Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi berjumlah 438 pasien hipertensi lansia dengan sampel 82 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner RAPUH dan WHOQOL-BREF, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank (Spearman Rho) dengan tingkat signifikansi α = 0,05.Hasil analisis menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05), sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara frailty syndrome dengan kualitas hidup pada pasien hipertensi lansia. Nilai koefisien korelasi sebesar -0,574 menunjukkan hubungan kuat dengan arah negatif, yang berarti semakin tinggi tingkat frailty syndrome, semakin rendah kualitas hidup. Penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan tingkat frailty syndrome berhubungan dengan penurunan kualitas hidup pada pasien hipertensi lansia. Kondisi ini menunjukkan pentingnya deteksi dini dan intervensi keperawatan secara komprehensif untuk mencegah perburukan frailty dan mempertahankan kualitas hidup lansia.
Kata kunci: Frailty syndrome, kualitas hidup, hipertensi, lansia.