Abstract:
Deteksi dini pertumbuhan dan perkembangan merupakan upaya penting untuk mengetahui kondisi tumbuh kembang balita sejak dini sehingga penyimpangan dapat segera diidentifikasi dan ditindaklanjuti dengan intervensi yang tepat. Pemantauan pertumbuhan dilakukan melalui pengukuran antropometri, sedangkan perkembangan dinilai menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP).Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 105 balita, dengan sampel sebanyak 65 balita yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui pemeriksaan antropometri yang meliputi berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala serta skrining perkembangan menggunakan KPSP. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Seluruh balita memiliki status pertumbuhan dalam kategori normal berdasarkan hasil pemeriksaan antropometri. Hasil skrining perkembangan menunjukkan bahwa 23 balita (71,9%) berada pada kategori sesuai, 8 balita (25,1%) pada kategori meragukan, dan 1 balita (3,1%) pada kategori penyimpangan. Pertumbuhan balita secara umum telah sesuai dengan standar usia. Namun, masih ditemukan balita dengan perkembangan yang tergolong meragukan dan mengalami penyimpangan. Oleh karena itu, diperlukan stimulasi perkembangan, pemantauan secara berkala, serta tindak lanjut sesuai pedoman Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) untuk mengoptimalkan tumbuh kembang balita.