Abstract:
Dismenore merupakan salah satu masalah yang sering dialami oleh wanita saat menstruasi, khususnya remaja dan mahasiswi, serta dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Aromaterapi merupakan salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu menurunkan intensitas nyeri dismenore. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi terhadap penurunan intensitas nyeri dismenore pada mahasiswi Program Studi S1 Kebidanan Universitas Bina Sehat PPNI Mojokerto tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 37 responden yang dipilih menggunakan teknik Consecutive Sampling. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pemberian aromaterapi sebagian besar responden mengalami nyeri sedang sebanyak 17 responden (45,9%), sedangkan setelah pemberian aromaterapi sebagian besar responden mengalami nyeri ringan sebanyak 25 responden (67,6%). Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (p<0,05) Artinya H1 diterima, artinya terdapat pengaruh pemberian aromaterapi terhadap penurunan intensitas nyeri dismenore. Penurunan intensitas nyeri menunjukkan bahwa aromaterapi membantu memberikan efek relaksasi sehingga dapat menurunkan persepsi nyeri dismenore pada responden. Temuan ini mengindikasikan bahwa terapi komplementer berbasis aromaterapi berkontribusi terhadap peningkatan kenyamanan fisik dan psikologis selama menstruasi. Oleh karena itu, terapi komplementer berbasis aromaterapi dapat dijadikan sebagai salah satu terapi nonfarmakologis dalam membantu mengurangi nyeri dismenore.