Abstract:
Keracunan pestisida masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan, terutama pada masyarakat agraris, dengan angka kejadian yang terus meningkat dan berpotensi menyebabkan morbiditas maupun mortalitas. Salah satu intervensi awal yang direkomendasikan pada kasus keracunan akut tertentu adalah gastric lavage (kumbah lambung) apabila dilakukan sesuai indikasi klinis dan dalam waktu yang tepat.Studi ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan pada satu pasien keracunan pestisida akut di Instalasi Gawat Darurat. Data diperoleh melalui pengkajian, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi medis, serta implementasi intervensi keperawatan berdasarkan Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI). Intervensi utama berupa gastric lavage dilakukan secara kolaboratif disertai pemantauan ketat terhadap status respirasi, hemodinamik, dan tingkat kesadaran. Pasien datang dengan keluhan nyeri perut, tenggorokan terasa panas, mual muntah sebanyak lima kali setelah menelan sekitar 40 ml pestisida, serta saturasi oksigen 91%. Diagnosis keperawatan yang ditegakkan adalah nausea. Setelah 1 × 24 jam perawatan dan tindakan gastric lavage, keluhan mual berkurang, tidak terjadi muntah berulang, rasa panas di tenggorokan menurun, pasien tampak lebih tenang dan kooperatif, serta tidak ditemukan komplikasi seperti aspirasi, gangguan respirasi, maupun ketidakstabilan hemodinamik. Implementasi gastric lavage yang dilakukan sesuai indikasi, disertai pemantauan intensif dan kolaborasi multidisiplin, berkontribusi terhadap penurunan gejala intoksikasi serta pencegahan komplikasi. Gastric lavage dapat memberikan manfaat pada pasien yang memenuhi indikasi klinis dengan proteksi jalan napas yang adekuat. Intervensi keperawatan yang cepat, tepat, dan berbasis bukti berperan penting dalam meningkatkan luaran pasien keracunan pestisida