Abstract:
Skrining HPV DNA merupakan metode deteksi dini infeksi Human Papillomavirus (HPV) berisiko tinggi sebagai upaya pencegahan kanker serviks. Pengetahuan wanita usia subur (WUS) tentang skrining HPV DNA berperan dalam membentuk sikap terhadap pelaksanaan pemeriksaan tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap wanita usia subur tentang skrining HPV DNA di Desa Gebangmalang, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam Penelitian ini sebanyak 329 wanita usia subur (WUS), dengan sampel berjumlah 46 responden yang di pilih menggunkan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Spearman Rank (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik (84,8%) dan sikap positif (89,1%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai p = 0,000 dengan koefisien korelasi r = 0,545, yang berarti terdapat hubungan signifikan dengan kekuatan sedang dan arah positif antara tingkat pengetahuan dan sikap wanita usia subur tentang skrining HPV DNA. Disimpulkan bahwa semakin baik tingkat pengetahuan wanita usia subur, semakin positif sikap terhadap pelaksanaan skrining HPV DNA. Oleh karena itu, Edukasi skrining HPV DNA perlu ditingkatkan melalui penyuluhan bidan desa dan media edukatif untuk meningkatkan pengetahuan serta membentuk sikap positif WUS.