Abstract:
Hipertensi emergensi merupakan kondisi kegawatdaruratan medis yang ditandai
dengan peningkatan tekanan darah yang disertai kerusakan organ target sehingga
memerlukan penanganan segera untuk mencegah komplikasi yang mengancam jiwa.
Selain terapi farmakologis, intervensi keperawatan komplementer seperti Progressive
Muscle Relaxation (PMR) dapat membantu mengurangi nyeri kepala dan mendukung
pengendalian tekanan darah. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan asuhan
keperawatan pada pasien hipertensi emergensi dengan diagnosis keperawatan nyeri
akut melalui edukasi kesehatan yang dipadukan dengan terapi PMR. Penelitian
menggunakan metode studi kasus pada seorang pasien, yaitu Ny. S, yang dirawat di
RSI Sakinah Mojokerto. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi,
pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi rekam medis. Intervensi diberikan selama
tiga hari berupa edukasi mengenai pengelolaan hipertensi serta latihan PMR. Evaluasi
mengacu pada Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI). Hasil menunjukkan
adanya penurunan nyeri pada hipertensi dan kemampuan melakukan PMR secara
mandiri. Intensitas nyeri kepala menurun dari skala 7 menjadi 2, sedangkan tekanan
darah mengalami penurunan dari 210/110 mmHg menjadi 150/90 mmHg. Pasien juga
tampak lebih rileks, kualitas tidur membaik, serta memahami pentingnya kepatuhan
terhadap terapi dan perubahan gaya hidup. Penerapan asuhan keperawatan yang
dikombinasikan dengan terapi PMR terbukti membantu menurunkan nyeri kepala,
meningkatkan pengetahuan pasien, dan mendukung pengendalian tekanan darah. PMR
dapat dijadikan sebagai intervensi komplementer dalam praktik keperawatan pada
pasien hipertensi emergensi setelah kondisi hemodinamik stabil.