DSpace Repository

HUBUNGAN MOBILITAS DENGAN RISIKO DEKUBITUS PADA LANSIA DI SAWAYAKA HIRAKATAKAN YURYO ROJIN HOMU KOTA OSAKA JEPANG

Show simple item record

dc.contributor.author Hikmawati, Nuran
dc.contributor.author Sudarsih, Sri
dc.contributor.author Meuthia Pratiwi, Rizky
dc.date.accessioned 2026-08-18T07:47:23Z
dc.date.available 2026-08-18T07:47:23Z
dc.date.issued 2026-08-18
dc.identifier.uri https://repositori.ubs-ppni.ac.id/xmlui/handle/123456789/4618
dc.description.abstract Dekubitus merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada lanjut usia, terutama pada individu yang mengalami keterbatasan mobilitas fisik. Penurunan kemampuan bergerak menyebabkan tekanan yang berlangsung lama pada jaringan sehingga meningkatkan risiko terjadinya dekubitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan mobilitas fisik dengan risiko dekubitus pada lanjut usia di Sawayaka Hirakatakan Yuryo Rojin Home Kota Osaka, Jepang. Desain penelitian menggunakan analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh lanjut usia yang tinggal di Sawayaka Hirakatakan Yuryo Rojin Home sebanyak 135 orang. Teknik sampling menggunakan purposive sampling, sehingga jumlah sampel sebanyak 35 responden. Instrumen penelitian menggunakan Banner Mobility Assessment Tool (BMAT) untuk mengukur mobilitas fisik dan Skala Braden untuk mengukur risiko dekubitus. Analisis data menggunakan uji Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir setengah responden memiliki mobilitas fisik Level 3 yaitu sebanyak 10 orang (28,6%), sedangkan sebagian besar responden memiliki risiko dekubitus tinggi yaitu sebanyak 12 orang (34,3%). Hasil uji Spearman Rho diperoleh ρ value = 0,001 atau lebih kecil dari α = 0,05, sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima, yang berarti terdapat hubungan antara mobilitas fisik dengan risiko dekubitus pada lanjut usia di Sawayaka Hirakatakan Yuryo Rojin Home Kota Osaka, Jepang. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,831 menunjukkan kekuatan hubungan dalam kategori kuat dengan arah hubungan negatif, yang berarti semakin baik mobilitas fisik lanjut usia maka semakin rendah risiko terjadinya dekubitus. Peningkatan mobilitas fisik melalui perubahan posisi secara teratur dan aktivitas sesuai kemampuan perlu dipertahankan sebagai bagian dari upaya pencegahan dekubitus pada lanjut usia. en_US
dc.language.iso other en_US
dc.publisher Perpustakaan Universitas Bina Sehat PPNI en_US
dc.subject Mobilitas fisik en_US
dc.subject risiko dekubitus en_US
dc.subject lanjut usia en_US
dc.title HUBUNGAN MOBILITAS DENGAN RISIKO DEKUBITUS PADA LANSIA DI SAWAYAKA HIRAKATAKAN YURYO ROJIN HOMU KOTA OSAKA JEPANG en_US
dc.type Thesis en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search DSpace


Advanced Search

Browse

My Account