Abstract:
Dekubitus merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada
lanjut usia, terutama pada individu yang mengalami keterbatasan mobilitas fisik.
Penurunan kemampuan bergerak menyebabkan tekanan yang berlangsung lama
pada jaringan sehingga meningkatkan risiko terjadinya dekubitus. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui hubungan mobilitas fisik dengan risiko dekubitus pada
lanjut usia di Sawayaka Hirakatakan Yuryo Rojin Home Kota Osaka, Jepang.
Desain penelitian menggunakan analitik korelasi dengan pendekatan cross
sectional. Populasi penelitian adalah seluruh lanjut usia yang tinggal di Sawayaka
Hirakatakan Yuryo Rojin Home sebanyak 135 orang. Teknik sampling
menggunakan purposive sampling, sehingga jumlah sampel sebanyak 35
responden. Instrumen penelitian menggunakan Banner Mobility Assessment Tool
(BMAT) untuk mengukur mobilitas fisik dan Skala Braden untuk mengukur risiko
dekubitus. Analisis data menggunakan uji Spearman Rho. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa hampir setengah responden memiliki mobilitas fisik Level 3
yaitu sebanyak 10 orang (28,6%), sedangkan sebagian besar responden memiliki
risiko dekubitus tinggi yaitu sebanyak 12 orang (34,3%). Hasil uji Spearman Rho
diperoleh ρ value = 0,001 atau lebih kecil dari α = 0,05, sehingga H₀ ditolak dan
H₁ diterima, yang berarti terdapat hubungan antara mobilitas fisik dengan risiko
dekubitus pada lanjut usia di Sawayaka Hirakatakan Yuryo Rojin Home Kota
Osaka, Jepang. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,831 menunjukkan kekuatan
hubungan dalam kategori kuat dengan arah hubungan negatif, yang berarti semakin
baik mobilitas fisik lanjut usia maka semakin rendah risiko terjadinya dekubitus.
Peningkatan mobilitas fisik melalui perubahan posisi secara teratur dan aktivitas
sesuai kemampuan perlu dipertahankan sebagai bagian dari upaya pencegahan
dekubitus pada lanjut usia.