Abstract:
Dismenore merupkan masalah kesehatan reproduksi yang paling sering dialami oleh remaja. Dismenore merupakan permasalahan pada sistem reproduksi yang biasanya dialami oleh sebagian wanita usia subur dan remaja putri. Salah satu pennyebab yang diduga berhubungan terhadap dismenore yaitu indeks massa tubuh, ketidak normalan IMT dapat mempengaruhi keseimbangan hormon reproduksi dan meningkatkan risiko nyeri haid. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara indeks massa tubuh (IMT) dengan tingkat dismenore pada mahasiswa S1 Kebidanan di Universitas Bina Sehat PPNI Mojokerto. Penelitian menggunakan metode desain korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 82 mahasiswa S1 Kebidanan di Universitas Bina Sehat PPNI Mojokerto, sedangkan pemilihan sampel menggunkan teknik non-probability sampling dengan pendekatan purposive sampling ditemukan sebanyak 37 reponden. Instrumen yang digunakan meliputi perhitungan IMT dan Numerical Rating Scale (NRS). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 37 responden, sebagian besar memiliki IMT normal sebanyak 19 responden (51,4%), sebanyak 10 responden (27,0%) termasuk kategori berat badan lebih, dan 8 responden (21,6%) berada pada kategori kurus. Hasil uji statistik Rank Spearman memperoleh nilai p-value = 0,000 (<0,05), sehingga H1 diterima. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa terdapat hubungan indeks massa tubuh dengan tingkat dismenore pada mahasiswa S1 Kebidanan. Mahasiswa dengan IMT kategori kurus cenderung mengalami dismenore berat dibandingkan mahasiswa dengan IMT normal maupun berat badan lebih