Abstract:
Skizofrenia merupakan gangguan jiwa kronis yang ditandai dengan
gangguan proses pikir, emosi, perilaku, dan persepsi. Salah satu gejala yang sering
muncul adalah halusinasi pendengaran yang dapat mengganggu aktivitas sehari
hari. Terapi okupasi menggambar dipilih karena dapat meningkatkan konsentrasi,
mengalihkan fokus dari halusinasi ke aktivitas nyata, serta membantu pasien
mengontrol halusinasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan asuhan
keperawatan pada pasien skizofrenia dengan halusinasi pendengaran melalui
terapi okupasi menggambar. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif
dengan pendekatan proses keperawatan pada satu pasien di RSJ Menur Surabaya.
Data dikumpulkan menggunakan metode primer melalui wawancara, observasi,
pemeriksaan fisik, dokumentasi, dan instrumen Auditory Hallucination Rating
Scale (AHRS). Hasil pengkajian menunjukkan diagnosis Gangguan Persepsi
Sensori: Halusinasi Pendengaran. Terapi okupasi menggambar diberikan pada SP3
sebagai aktivitas terjadwal. Skor AHRS menunjukkan SP1 = 29, SP2 = 29, SP3 =
18, dan SP4 = 18, yang mengindikasikan penurunan tingkat keparahan halusinasi
setelah intervensi. Pasien tampak lebih tenang, mampu berkonsentrasi, dan lebih
fokus pada aktivitas nyata. Terapi okupasi menggambar efektif sebagai intervensi
keperawatan nonfarmakologis dalam membantu mengontrol halusinasi
pendengaran.