Abstract:
Luka sayat merupakan salah satu cedera yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan memerlukan penanganan pertolongan pertama yang tepat untuk mencegah perdarahan, infeksi, serta komplikasi lainnya. Kurangnya pengetahuan dan kemampuan masyarakat menyebabkan masih banyak tindakan penanganan luka yang tidak sesuai, seperti menggunakan bahan tradisional yang tidak steril. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi pertolongan pertama luka sayat terhadap kemampuan penanganan luka sayat pada masyarakat Desa Bulangan Barat Dusun Tengah Pamekasan. Penelitian ini menggunakan desain Pre-Experimental dengan rancangan One Group Pre-test Post-test Design. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 42 orang. instrument penelitian menggunakan lembar observasi kemampuan penanganan luka sayat, yang berjumlah 30 item yang di ujikan oleh 2 pakar kemudian di uji validitas sehingga 30 item menjadi valid dan siap diujikan ke respondent. analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan edukasi sebanyak (88,1%) responden, berada pada kategori tidak mampu dan 5 responden (11,9%) berada pada kategori mampu. Setelah diberikan edukasi terjadi peningkatan kemampuan, yaitu 38 responden (90,5%) berada pada kategori mampu dan 4 responden (9,5%) berada pada kategori tidak mampu. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05), sehingga terdapat pengaruh edukasi pertolongan pertama luka sayat terhadap kemampuan penanganan luka sayat pada masyarakat Desa Bulangan Barat Dusun Tengah Pamekasan. Edukasi pertolongan pertama luka sayat terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan responden sehingga dapat dipertimbangkan sebagai upaya promotif dan preventif di lingkungan masyarakat.