Abstract:
Mual dan muntah pasca operasi atau postoperative nausea and vomiting (PONV) dapat menurunkan kenyamanan dan menghambat pemulihan pasien. Inhalasi aromaterapi peppermint berpotensi digunakan sebagai terapi komplementer untuk mengurangi keluhan tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemberian inhalasi aromaterapi peppermint terhadap penurunan mual muntah pada pasien pascaoperasi di Ruang Pemulihan Instalasi Bedah Sentral RSPAL dr. Ramelan Surabaya. Penelitian menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one-group pretest–posttest. Populasi penelitian berjumlah 100 pasien pasca operasi dengan anestesi spinal. Sebanyak 40 responden dipilih menggunakan purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Tingkat mual muntah diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Rhodes Index of Nausea, Vomiting, and Retching (RINVR). Intervensi diberikan dengan meneteskan 2–3 tetes minyak esensial peppermint pada tisu atau kasa, kemudian dihirup pada jarak sekitar 5 cm selama 10 menit. Pengukuran ulang dilakukan 30 menit setelah intervensi. Sebelum intervensi, 90,0% responden mengalami mual muntah kategori berat dan 10,0% kategori sedang, dengan rata-rata skor RINVR 21,53. Setelah intervensi, 55,0% responden berada pada kategori sedang, 35,0% kategori ringan, dan 10,0% tidak mengalami mual muntah, dengan rata-rata skor 8,68. Hasil Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan p<0,001 dan effect size r=0,877. Temuan ini menunjukkan penurunan mual muntah yang bermakna dan efek yang besar setelah pemberian inhalasi aromaterapi peppermint. Intervensi ini dapat dipertimbangkan sebagai terapi komplementer pada pasien yang memenuhi kriteria keamanan, disertai pemantauan klinis dan tanpa menggantikan antiemetik. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan kelompok kontrol dan waktu observasi yang lebih panjang.