Abstract:
Skizofrenia merupakan gangguan jiwa kronis yang tidak hanya
memengaruhi kondisi pasien, tetapi juga menimbulkan berbagai tuntutan bagi
keluarga sebagai caregiver. Stigma yang dialami keluarga selama merawat pasien
dapat meningkatkan tekanan psikologis dan berpotensi memperberat caregiver
burden. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan stigma keluarga
dengan caregiver burden pada caregiver yang merawat pasien skizofrenia di Poli
Jiwa RSPAL dr. Ramelan Surabaya. Penelitian ini menggunakan desain analitik
korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 56
caregiver, dengan sampel sebanyak 47 responden yang dipilih menggunakan teknik
accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner
Affiliate Stigma Scale (ASS) untuk mengukur stigma keluarga dan Zarit Burden
Interview (ZBI) untuk mengukur caregiver burden. Analisis data menggunakan uji
Spearman Rho dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa sebagian besar responden mengalami stigma keluarga kategori tinggi, yaitu
sebanyak 24 responden (51,1%). Caregiver burden berada pada kategori sedang
dan berat, masing-masing sebanyak 19 responden (40,4%). Hasil uji Spearman Rho
menunjukkan nilai ρ = 0,000 (p < 0,05) dengan koefisien korelasi r = 0,746, yang
menunjukkan terdapat hubungan positif yang kuat antara stigma keluarga dengan
caregiver burden. Semakin tinggi stigma keluarga, semakin berat caregiver burden.
Penelitian ini menunjukkan pentingnya upaya menurunkan stigma keluarga melalui
edukasi kesehatan jiwa, dukungan sosial, dan pendampingan psikososial untuk
membantu mengurangi beban yang dialami caregiver dalam merawat pasien
skizofrenia